Cakap Bermedia Sosial, Menjadi Pengguna Media Sosial yang Santun dan Beretika


Cakap Bermedia Sosial, menjadi pengguna media sosial yang santun dan beretika - Dalam internet istilah jejaring sosial atau sering disebut media sosial merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kita. Bahkan saking dekatnya, ia menjadi media sosial telah menjadi life style dan pandangan hidup kita, tanpa disadari. Kalau tak percaya, lihat saja pada diri kamu sendiri, bagaimana rasanya satu hari atau seminggu tanpa mengakses Medsos atau media sosial. Galau kan? Kalau iya, berarti media sosial sudah menjadi gaya hidupmu.  Beranjak dari sini, cakap bermedia sosial wajib dilakukan.

Atau semisal kita sering update status, upload foto dan sebagainya demi menuai jempol yang banyak dan komen-komen yang kita inginkan. Ini merupakan gangguan psikologis. Atau kita sering membaca ujaran kebencian dan informasi yang cenderung memicu perselisihan. Dan lagi-lagi, tanpa kita sadari hal seperti ini bisa membentuk mindset kita, yang berakibat pada pembentukan karakter. Sebenarnya masih banyak lagi contoh-contoh yang benar-benar nyata terjadi. Alangkah riskan bukan,..


 Cak Nun, salah seorang penyair dan budayawan pernah menyatakan dalam pengajiannya. Media sosial itu dapat membuat orang menjadi pengecut, lari dari tanggung jawab. Bagaimana tidak, orang bebas berbicara dan bereksperesi tanpa harus memikirkan tanggung jawabnya. Kadang orang terlihat cerewet di media sosial, padahal di kehidupan sungguhan pendiam. “Pada zaman kerajaan majapahit, semakin tinggi pangkat orang maka senjatanya makin pendek. Taruhlah prajurit Majapahit senjatanya tombak panjang, sedang para raja dan panglimanya berenjata pamungkas keris,”ujarnya suatu ketika jika saya tak salah ingat.

Baca juga:
Puasa Ramadhan dan Menutup Warung Makan
Buat Apa Kuliah Kalau Ujung-ujungnya Kerja?

Dibalik dampak-dampak negatif yang dilatarbelakangi medsos, tak sedikit pula ruang-ruang positif yang bisa dinikmati oleh netizen dan pengguna media sosial. Mulai dari membangun komunikasi dengan keluarga atau teman yang jauh, masuk pada komunitas yang kita gemari di dunia maya, tempat mencari hiburan, hingga menjalin relasi untuk kepentingan bisnis ataupun yang lainnya. Memang kedewasaan pengguna, sangat berpengaruh pada bijaknya penggunaan medsos

 Sampai di sini, etika bersosial media mutlak diperlukan. Apalagi pengguna medsos tidak hanya orang-orang dewasa saja, melainkan remaja dan anak-anak yang masih sangat butuh pendampingan. Menurut saya hampir tak ada bedanya etika di dunia nyata mapun di dunia nyata. Etika yang berlaku di dunia nyata harusnya pun berlaku di dunia nyata. Semisal kalau di kehidupan sehari-hari kita tidak boleh mencuri, menghina, mencari kesalahan orang, memfitnah dan sebagainya, berarti itu pula belaku di dunia maya.

Sumber Gambar: http://1.bp.blogspot.com

 Maka, setelah memahami etika bersosial media, hendaknya para pengguna medsos juga cakap dalam bermedia sosial. Artinya, selain beretika pengguna medsos tetap harus mengerti situasi kondisi dan berhati-hati dalam bermedia sosial. Sebab, sama halnya kehidupan nyata, di dunia maya juga rentan terjadi tindak kejahatan dan tindakakan tak patut yang merugikan orang lain. Berikut akan saya bagikan tips-tips agar aman bermedsos:

1)  Usahakan jangan samapai memasang nama dan profile lengkap. Karena ini bisa dijadikan celah tindak kejahatan.

2)  Tidak sembarang memasang foto dan video pribadi di medsos.

3)  Berhati-hati dalam mengekspresikan perasaan, karena bisa saja orang tidak nyaman atau risi atas hal demikian.

4)  Mengecek kebenaran yang diterima lewat internet. Jangan mudah men-share berita tanpa klarifikasi atau tabayun dulu. Bisa saja berita itu hoax, tidak valid atau bahkan mengandung profokasi perselisihan.

5)  Jangan mengklik link atau konten yang tidak jelas. Mungkin sekali itu berisi malware, spam, trojan atau phising.

6)  Jangan mengakses konten atau situs-situs terlarang, seperti  situs  pornografi. Karena jika itu terjadi, data kamu akan tersimpan di server sebagai pengakses situs tadi. Ini disebut BIG DATA

       Demikianlah uraian cakap bermedia sosial. Semoga membantu kawan-kawan dalam bermedia sosial. Aamiin.

      Baca juga: 


 
Previous
Next Post »