Zastrow Al-Ngatawi, Tokoh Seniman Nasional yang Berasal dari Pati



Inspirasi KitaZastrow Al-Ngatawi, Tokoh Seniman Nasional yang Berasal dari Pati - Zastrow Al-Ngatawi merupakan seorang tokoh seniman yang berasal dari Pati, yang pernah menjabat sebagai ketua Lesbumi atau Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia pada tahun 2004 sampai 2009. Sealain itu, Zastro Al-Ngatawi juga sering nongol di acara TV dan menjadi MC acara-acara besar tertentu, terutama di Nahdlatul Ulama (NU)

Tokoh  seniman ini lahir pada 27 Agustus 1966, di sebuah desa pesisir kabupten Pati yang sangat kental tradisi NU-nya. Tepatnya di desa Guyangan, trangkil, Pati, Jawa Tengah.Tokoh seniman kita dari Pati ini mengawali pendidikannya di madrasah ibtidaiyah di desanya, yakni MI Raudlatul Ulum. Kemudian melanjutkan ke MTs dan Ma Raudlatul Ulum. Yakni sebuah Yayasan pendidikan berbasis pesantren yang besar di Pati yang didirikan oleh KH Suyuthi Abdul Qodir. Setelah itu, ia melanjutkan kuliah di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta


sumber gambar: http://www.muktamarnu.com

Berdasar keterangan yang dilansir NU Online. Zastrow kecil merupakan seseorang yang mandiri. Umur 8 tahun ia sudah tak bersama orang tuanya. Biasanya ia mencucikan baju orang, ngeliwetke (memasakkan) orang, dan mencari uang sendiri. Yang terpenting Zastrow bisa berkumpul dengan komunitas orang pesantren dan ikut ngaji.

Baca juga:

Hal yang juga tokoh seniman ini  lakukan ketika ia kuliah di Jogja. Untuk bisa bertahan hidup, ia melakaukan macam-macam pekerjaan, mulai dari penjual Koran, jaga toko hingga ngamen. Hal yang mnggembirakan datang ketika bakat seninya terasah, maka ia mendapat  penghsilan dari sini. Selanjutnya, ia bersama teman-teman satu visi mendirikan kelompok music yang terkenal dan masih eksis sampai saat , yakni Ki Ageng Ganjur. Ki Ageng Ganjur telah menglanglang buana ke berbagai derah di Indonesia seperti, Sumatra, Jawa, Kalimantan dsb.

Darah seni Zastrow mengalir dari sang kakek yang merupakan seniman. Bahkan pun, ibunya juga senang bernyanyi. Akibat dari lingkungan yang tidak mendukung, maka bakat ibunya kurang berkembang. Selain itu, sang ibu juga pandai mendongeng serta mengajari Zastrow langgam-lannggam dang ending-gending.


Bagi Zastow, musik adalah bagian dari kehidupan. Agama manapun tak bisa terlepas dari music. Untuk itu ia menggunakan musik untuk berdakwah, terus berkarya untuk music yang humanis dan agamis.

Baca juga:



Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
8 October 2016 at 02:48 ×

Luar biasa. Allah serba Maha Bisa. Dia (Allah) lah yang telah menganugerahkan kemampuan bermusiknya. https://agamahatidanilahi.blogspot.co.id/

Congrats bro Ahmad Yuli Yanto you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar